Cinta dan Air Hujan

[quote]

Selalu saja berjalan di bawah pepohonan sehabis hujan membuatku serasa berbinar, bahagia tak tertanggung-tanggung.

 

Aku sangat menyukai hujan. Saat angin mulai bersemilir menurunkan temperatur, aku pasti langsung menghentikan pekerjaan yang ada di depanku sejenak. Menghirup dalam-dalam aroma yang ditimbulkannya. Ketika tetes-tetesnya mulai menimbulkan rinai, selalu saja aku akan menutup mata sejenak, membayangkan tarian tetesan air itu meliuk-liuk indah untuk jatuh ke bumi. Singkatnya, aku menyukai hujan, sampai pecahan-pecahan terkecilnya.

 

Dalam pada itu ada satu hal pahit yang harus kutelan. Sekuat-kuat apapun aku mencintai hujan, setergila-gila apapun aku menghayati suaranya, aromanya, indahnya, tetap saja jika hujan menyentuh-nyentuh aku, meskipun tidak langsung, penyakit berbagai jenis akan menerjangku kiri-kanan tanpa sungkan-sungkan. Hal ini yang membuatku hanya bisa mencintai hujan dari luar hujan, tanpa bisa masuk ke sana, ke derainya.

 

Namanya cinta, menyerah tentu tak ada di kamusnya. Aku terus berusaha mencari bagaimana masuk, merasuk ke dalam hujan itu. Sampai suatu ketika aku keluar setelah hujan. Suasana masih basah. Aku berjalan di bawah rimbun pepohonan.Rasa itu tiba-tiba menyeruak saat daun-daun itu memercik-mercik aku dengan sisa-sisa air hujan yang menggenang di permukaannya.

 

Aku tak bisa mengungkapnya, itu sama, air hujan juga, tetapi rasanya beda. Tidak ada pusing saat mengenai kepalaku, yang biasanya menjadi gejala awalan bagi penyakit lain untuk muncul. Tampaknya daun-daun itu, bukan, pohon-pohon itu ingin berkata “aku tahu kau sungguh mencintai hujan, tapi ia terlalu keras untukmu, kemarilah kenaunganku, berlari-lari kecil di bawahku, kupercik-percikkan cintamu itu sedkit-sedikit, dan tak akan membuatmu sakit, hanya untukmu, hanya untukmu.”

 

Aku kira seperti itulah mencinta. Butuh sedikt jeda untuk mengerti bahasanya. Butuh sedikit hela untuk tahu apa yang sebenarnya. Bisa jadi ia tidak benar-benar menolakmu. Bisa jadi ia benar-benar menolakmu. Bisa jadi kau punya kesempatan. Bisa jadi kau tak punya kesempatan. Semua bisa jadi. Tidak usah terburu-buru.

[/quote]

didapat di facebook reza nurohman

catatan hati